Forever Alone - Rage Face Comics Just Ordinary Comedy Story: Pertemuan Pertama Dengan Ina Forever Alone - Rage Face Comics

Selasa, 14 Oktober 2014

Pertemuan Pertama Dengan Ina

Yak, seperti uda yang gue bilang di postingan yang sebelumnya, gue bakal nyeritain tentang si Ina
Oke, kita mulai

Gue pertama kali ketemu dia di New York. Saat itu gue lagi perang ngelawan Loki bersama para Avengers. Oke, gue becanda. Gue pertama kali ketemu dia pas tahun 2010. Dia ceweknya putih, ramping, dan kulitnya halus. lah ini orang atau bihun??

Si Ina mantannya banyak banget. Dari anak pejabat, anak bukan pejabat, sampe anak pejabat yang bukan anak pejabat (nah lho, jadi anak siapa?). Berhubung saat itu gue masih SD, itu masih cinta monyet. Gue sampe sekarang bingung kenapa dibilang cinta monyet, apakah cintanya ke monyet atau yang mencintai itu yang monyet?? ini masih menjadi misteri.

Pas kelas 5, saat itu gue masih menjadi "bocah yang suka menyendiri di pojokan". Saat pertama kali melihat dia, seperti cerita orang biasa pas first love langsung "jatuh cinta pada pandangan pertama". Lalu gue memulai strategi "PDKT".

Tahap PDKT pertama
Gue menculik keluarganya untuk menarik perhatian dia. Oke, gue becanda. Pertama, gue nyari tau dimana rumah dia dan dimana tempat dia les (gue memang stalker sejati). Setelah dapet alamat rumah dan lesnya, gue melancarkan serangan pertama. Gue daftar les ke tempat dia. Begitu dia ngeliat gue di tempat les, dia mungkin mikir, "siapa anak bocah pendek yang tongos ini?". Setelah berbulan-bulan ngeles disana, gue akhirnya bisa bestfriend-an sama dia. Kita sering ngobrol bareng, curhat, dan lainnya. Setelah setahun gue PDKT di sekolah dan di les sama dia, akhirnya gue melancarkan serangan terakhir, yaitu "nembak". Niat ini awalnya gue urungkan karena gue takut pas putus kita bakal jadi jauh dan musuhan sama dia.

Setelah mendapat paksaan dari beberapa pihak, akhirnya gue mulai mikir gimana cara yang tepat buat nembak dia. Setelah perundingan selama 33 hari dengan Obama, SBY, dan Udin, sopir gue, akhirnya sudah diputuskan bahwa proklamasinya dilakukan pada tanggal 17 Agustus 2011 (beneran, 17 Agustus).

Gue bersama bodyguard gue (baca: Calvin) pergi ke rumah dia dan secara jantan, gue nembak dia. Dan........... diterima. Gue bersorak, Obama bersorak, SBY bersorak, Udin bersorak, dan satu Indonesia bersorak ( belakangan gue tau, mereka bersorak karena 17 Agustus-an).

Oke, terima kasih para readers, gue bakal ngepos lagi, tunggu aja ya.
Jangan lupa ngeliat blog temen gue gregetdotexe.blogspot.com a.k.a Jason Alexander. Bye 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar